Mencari Bahagia

Kebahagian itu ada, tapi kadang seseorang itu sendiri tak menyadari itu ada disekitarnya.

Kenapa?

Karna kadang seseorang terlalu larut dalam sedihnya sendiri dan takut untuk memulai yang baru, tetap bersikukuh untuk mencari bahagia dalam sedih yang sebenarnya sudah tidak mungkin,, satu keputusan ketika seseorang mau membiarkan kesedihannya berlalu dan tidak melulu melihat kebelakang adalah suatu awal dari yang baru.

Awal itu akan membuat seseorang mencari kebagiaan untuk dirinya, mau menerima kenyataan, menerima orang baru dihidupnya, dan terakhir mau membuka hatinya.

Karena dalam kenyataannya orang lain itu dapat membawa sesuatu yang berbeda pada hidup seseorang.

Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Disembunyikan Bertahun-tahun

selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.

Buah Sirsak
 

Tapi kenapa kita tidak tahu ?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat2nya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia…

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon graviola ini.

Pohonnya rendah, di brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya “soursop”. Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang2 amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah : jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :
• Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, Tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
• Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
• Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
• Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak ( sari ) buah ini adalah
• Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
• Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
• Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat.

Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini ? jawabnya adalah : begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?

Dibawah undang2 federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan2 alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar risetdari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsure kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan Paru2.

Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga2 tersebut di atas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang2 pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.

Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.

Untuk pencegahan:
disarankan makan atau minum jus buah sirsak.

Untuk penyembuhan:
- 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap
dan air tinggal 1 gelas saja.
- Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
- Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.

Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi,
bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal
dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.

Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.

Artikel ini hasil terjemahan Health Science Institute.

Buat yang masih ragu, apa salahnya kita mencoba, makan buah kan ga berbahaya . ga kayak makan ratjun :p , tapi ingat yang berlebihan itu tidak baik.

DAN SEKALI LAGI PLEASE, JANGAN MINUM OBAT YANG KATANYA MENGCLAIM MENGANDUNG SIRSAK. MAKAN DAN MINUMLAH JUS BAHAN ASLI ALAMI SIRSAK .

sumber: http://uniqpost.com/8337/inilah-obat-kanker-paling-ampuh-yang-disembunyikan-bertahun-tahun/

Minggu Pertama November

Lilies!!!!!
Nyesel senyesel-nyeselnya orang nyesel ihL bodoh banget nggak kalo nyia-nyiain kesempatan ketemu SP kemaren minggu ih nyeselnya masih berasa banget nyesek juga ah pokoknya! Dia jarang balik dan sekalinya balik dengan begonia ue pulang ah tolol banget emang gue. Mau diulang please ulang dong kemaren minggu. Tapi diulangnya jangan dengan motor gue yang lagi rusak. Gemana bisa ketemunya kalo motornya rusak? Ah SP miss you banget….nyesel nggak negur dan nggak ngasih ucapan itu secara langsungLLL dan malu banget karena Herdika Himawan membiarkan SP membaca tweet gue yang kata-katanya noxba gitu. Jadi jelek kan nama gue.
            Ngomongin motor yang rusak sebenernya ada gunanya juga sih, gue jadi bisa ehmm ehmm…. Main sama vidi, vini, vici, dan vino bersama *prikitiw. *upss haha seru banget-bangetan kaya orang yang ….*ehh nggak boleh dork kan mesalahnya belum selesai. Iyadeh. Lagian punya mata bikin kelepek kelepek banget sih. :p hahaha
            Masalah minggu ini juga cukup mengesalkan amat sangat banget deh. Ami say: “dor kalo ampe beneran LO ANCUR loh ati-ati” (sengaja meng-caps lock kata itu karena emang sangat genting). Yah selamat ya dorr masalah lo semakin rumit dengan ditambah dibilang sebagai orang ketiga penghancur Hubungan orang.! Sama-sama.

HB

Happy birthday for my 1st I miss you.
Udah tanggal 26 Oktober yang lalu sih, tapi pengen aja ngucapin lagi. Ulang tahunnya jatuh hari rabu tapi jadi mellow gini sampe sekarang. Apalagi kemarin kamis pas ngembil nilai baca puisi, gue baca puisi Rahasia Hati, untuk ngeliat si wismo, terus dia ngeledek pas akhir-akhirnya. Kalo engga udah nggak bisa nahan tangis lagi deh gue.
Sekali lagi Happy Birthdaaay Steven sayang :**. Gue nggak tau ngehubungin lo lewat mana. Lost contact itu nggak enak!

Kehidupan


Orang mencuri, berkelahi, berbohong
Mengkritik dan membenci satu sama lain
Kemari dan lihatlah
Lihat melalui mataku lalu putuskan mengapa
Mereka diciptakan bukan untuk itu
Hidup ini terasa singkat ‘tuk dilalui
Terasa panjang ‘tuk dilewati
Sesekali kelam ku alami
Tapi…..
Kadang indah bagai pelangi
Inginku memberi indah untuk semua
Member warna dalam hidup ini

Arti Sahabat


Kapan pun kau merasa sedih
Datanglah padaku
Tanganku sendiri yang akan menyeka air matamu

Kapan pun kau merasa tidak ada yang dapat kau percaya
Datanglah padaku
Kau bisa mempercayaiku
Kau dapat membagi semua keluh kesahmu pada ku

Kapan pun kau merasa bahagia
Kau dapat berbagi bahagiamu padaku
Walaupun kau lebih sering lupa padaku

Aku akan hadir untukmu
Hadir dengan tangan terbuka
Dan dengan pelukan terbesarku

Tapi sahabat jika kau melakukan sesuatu yang salah
Maaf….
Aku tak bisa tinggal diam
Aku akan menegurmu dengan makian sekalipun
Karena ku ingin kau belajar dari kesalahan

Untuk Ayesha



Hari ini hari keduaku belajar di SMA. SMA Budi Mulya, sekolah yang sama dengan kakakku Audinna Ayesha. Mungkin akan lebih banyak lagi yang membandingkan aku dengan dia yang super duper lebih. Kak Ayesha cantik, pintar, lincah, apalagi jika sedang menari, mahir bermain piano dan pokoknya dia lebih. Ya itulah dia dimata Ayah dan Bunda yang selalu membela dia. Dan aku? Tidak pernah ada apa-apanya. Bunda mengatakan orang hidup jangan hanya memiliki kemampuan akademik tapi juga harus memiliki kelebihan yang lain seperti menari, main piano dan semua yang disebutkan Bunda itu adalah yang Kak Ayesha biasa lakukan. Main voli, menulis, dan memasak itu kelebihan juga kan? Tapi bunda dan ayah selalu menyepelekan aku..
            Sesampaiku dikelas teman-teman laki-lakiku menghampiri aku dan sesuai dengan dugaanku mereka menanyakan tentang kak Ayesha. “Kamu adik Ayesha, Rey?” atau “Kak Ayes udah punya pacar?” atau sekedar mengatakan “Rey salam ya untuk kakak kamu, dia cantik dan keren banget”. Untuk lagu Satu Nusa Satu Bangsa sudah terdengar, pertanda bahwa sudah masuk dan pelajaran pertama…. Oh tidak Bu Yayu dengan pelajaran sejarah yang tidak aku suka, tak apalah setidaknya menyelamatkanku dari banyak pertanyaan tentang kakaku yang membuat aku iri.
Sepulang sekolah tidak langsung pulang tetapi ke Mc Cafe Cibubur dengan Friska teman sebangkuku dan disana aku bertemu dengan kak Feandri, kakak kelas yang menurutku paling baik saat MOS. Dia baik sekali denganku, sepertinya di suka denganku atau hanya aku yang terlalu percaya diri. Aku berbaring sebentar di kamarku.
            “Rey, Reyna, Rey kamu dimana? Reyna aku seneng banget aku bawa kabar baik Rey.” Terdengar suara Kak Ayesha berlari dan berteriak sepertinya dia bahagia sekali.
            “Reyna dikamar kak, kenapa?”, sahutku.
            “Aku tadi dari Istora Senanyan cari tahu tentang lomba yang kemaren itu loh dan kamu tahu Rey? Sekolah kita menang, aku sama timku menang aaaa aku seneng banget juara 2 Rey, menang lagi.” teriaknya dengan tak henti-hentinya memelukku.
            “Waaaahh selamat kakakku cantik, tarian apa?”
            “Kreasi tradisional, aku mau bilang sama Ayah Bunda ah dadah jelek mmuach aku telpon  mereka dulu ya.”
Aku kagum dengan prestasi kakakku, hampir disetiap lomba yang ia ikuti selalu menang dari kelas satu bahkan dari SMP. Sebenarnya aku sayang dengan kakakku tapi aku hanya tidak suka dengan orang-orang disekitar yang membandingkan kami, kami dua pribadi ya jelas berbeda. Tapi jujur aku sayang dengan kakak perempuanku satu-satunya, aku juga sangat bangga dengan dia.
            “Rey kata Ayah sama Bunda kita disuruh siap-siap nanti sore kita dijemput mau makan malam diluar.”
▓░░▓
            “Iya Bun katanya ini lanjut ketingkat provinsi” cerita kak Ayes bersemangat.
            “Bagus dong sayang, tapi belajar jangan ditinggalin loh ya, Ayah sama Bunda nggak akan ngebolehin lagi kalau begitu nanti.” Sahut Ayah.
            “Iya, tenang aja, aku kan calon dokter. Reyna nanti kamu juga masuk IPA terus jadi dokter ya sama kaya aku jadi kalau aku sakit kamu bisa nyembuhin aku.” Pinta kak Ayes
            “Aku maunya jadi manager ah masuk IPS nggak suka darah dan segala macamnya yang berhubungan dengan kedokteran.” Jawabku memecah tawa Ayah, Bunda dan kak Ayes. Handphoneku bergetar. Ada sms. Kak Feandri? Aku lansung tersenyum saat tahu sms itu darinya.
           Kak Feandri (+6285791911xxx)
       Reyna bsk aku jemput km ya.
  Jgn lupa. Good night.
            Aku yang mendapat sms itu dari kak Feandri lantas meminta pulang untuk istirahat. Mulai dari keluar restoran aku tak berhenti tersenyum. Tidak sabar untuk esok dijemput sama kak Feandri yeay! Saat aku sedang melamun seperti itu kak Ayesha terjatuh seperti tersandung, tapi tersandung apa? Didepan restoran itu tidak aka apa-apa. Dan tak lama saat sudah dekat mobil ia juga jatuh lagi.
            “Kenapa sih kak? Ngantuk?”
            “Iya kamu kenapa Yes?” tanya bunda memperjelas.
            “Ng…gak” jawab kak Ayes agak gagap. Kenapa ya kak Ayes kok aneh, yasudahlah mungkin capek.
            Saat pagi datang, aku dijemput kak Feandri dan raut muka kak Ayesha seperti menyimpan sesuatu, atau kak Ayesha suka dengan kak Feandri? Apa dia menyukai kak Feandri? Disekolah kak Ayesha masih tetap aneh karena dia sering jatuh, cara dia berjalan seperti orang tidak punya keseimbangan. Aku tanya apa dia sakit, dia selalu menjawab jawab tidak. “Kenapa ya kak Ayesha? Aku harus perhatikan kak Ayesha lebih kalau begini ceritanya.” Kataku dalam hati.
            Siang sepulang sekolah kak Ayesha latihan tari di pendopo sekolah, aku disuruh  pulang lebih dahulu, tapi aku putuskan untuk menunggunya. Karena aku takut terjadi apa-apa dengannya. Dan benar, gerakan kak Ayesha terlihat aneh, dia tidak menangkap apa yang disepakati teman-temannya, aku lalu meminta izin untuk kakak Ayesha tidak melanjutkan latihan. Aku menanyakan kenapa selalu dijawab tidak apa-apa. Aku merasa aneh dengan kak Ayesha. Takut terjadi apa-apa, segera kubawa kak Ayesha ke dokter.
            “Ini dok, kakak saya belakangan ini aneh, sering tidak bisa mengatur keseimbangan tubuhnya, juga seperti kehilangan koordinasi tubuh, sering sekali jatuh”
            “Aku nggak apa-apa Rey, hanya sering keram sedikit kok, jangan berlebihan.”
            “Iya kakak nggak apa-apa kok, Cuma mau diperiksa. Silakan dok.” Setelah dokter periksa, ia memperkirakan kakak terkena Ataxia Episodic Type 1, sering mengalami keram (kejang otot), ketidak terkoordinasinya tubuh dan gangguan keseimbangan serta timbulnya pergerakan tubuh yang tidak disengaja, tetapi dokter meminta untuk kak Ayesha periksa lebih lanjut. Setahu aku itu penyakit parah, dan kak Ayesha… aku tidak mau terjadi sesuatu apapuun pada dirinya.
            “Udah ayo tidur kak, kakak harus istirahat cukup. Aku tidur dikamar kakak, aku mau jagain kakak. Nggak perlu bawel besok lusa kita ambil hasil pemeriksaan kakak.” Saat aku tidur aku sadar kalau kak Ayesha mengajak bicara aku yang pura-pura tertidur.
            “Aku sayang kamu Rey, aku sebenernya udah tahu aku sakit, tapi aku tidak tahu kalau akan tambah parah seperti ini. Reyna aku mau jujur aku suka dan sayang sama Feandri dari kelas satu, tapi dia lebih milih kamu Rey, dia tidak pernah seperti itu ke perempuan Rey, hanya ke kamu, berarti dia sayang kamu. Aku rela Rey kalau itu untuk kamu, aku rela kamu sama dia. Aku sayang kalian  berdua dan toh aku sebentar lagi pergi.” Kata kak Ayesha mengelus kepalaku. Kata-kata kak Ayesha membuat aku tidak bisa nahan air mata aku, aku akan jauhi kak Feandri dan minta dia menemani kak Ayesha terus.  Aku rela sakit demi kak Ayesha. Setelah kak Ayesha tidur ternyata kak Feandri menelpon.
            “….halloo kenapa malam-malam telpon?”
            “Aku hanya mau bilang selamat tidur kok
            “Yudah, udah kan barusan? Terus? Udah kan daaa”
            “Rey Rey jangan ditutup Rey, kamu kenapa? Kok aneh? Aku hanya mau bilang aku sayang kamu”
            “Kak tapi aku nggak bisa yang sayang sama kakak itu kak Ayesha dari kelas satu malah. Kak Ayesha lebih segalanya dari aku”
            “Tapi aku sayangnya sama kamu Rey bukan sama Ayesha”
            “Kalau begitu aku boleh minta tolong? Kakak jauhin aku, sayangi kak Ayesha, temani dia, hibur dia dan semangati dia buat aku. Aku harap kak Feandri ngebuktiin sayangnya ke aku. Aku mohon dan terakhir aku mau bilang…..aku juga sayang kak Feandri dari awal ketemu kakak….tut..tuuuttt.tuuuttt”
▓░░▓
            Hasil pemeriksaannya positif kak Ayesha terjangkit Ataxia Episodic Type 1 dan kak Ayesha tidak mau aku katakan ke Ayah dan Bunda, aku hanya jawab aku tidak janji untuk tidak mengatakannya. Keadaan kak Ayesha makin hari maki jadi. Kompetisi itu kompetisi terakhir untuk ka Ayesha karna dia sudah tidak bisa menari lagi. Aku tau perasaannya,pasti sedih. Kak Feandri juga terus menemani dia sesuai permintaanku, awalnya sakit tapi tidak lagi jika untuk kak Ayesha. Kak Feandri menepati janji untuk selalu membuat kak Ayesha tersenyum hingga semangat kak Ayesha bangkit lagi untuk sehat.
            Dipenghujung semester kak Ayesha masuk rumah sakit dan aku tidak bisa menutupi semua itu lagi karena keadaanya makin parah. Ayah dan Bunda tahu perkataan dokter tentang umur kak Ayesha yang tidak lama lagi. Ayah dan Bunda tak tahan melihat kak Ayesha yang terbujur lemah, mereka selalu meneteskan air mata mereka, begitu juga aku. Bahkan teman-teman dan guru-guru semua menjenguk dia sekedar memberi semangat.
            Hari itu kak Ayesha tak mau melepaskan tanganku dari tangannya. Ia meneteskan airmata terus menerus. Dia bertanya padaku tentang jurusan aku selanjutnya. Aku tak kuasa menahan air mata karena untuk bicara itu pun kak Ayesha susah bicara. Aku menjawab aku masuk IPA dan aku akan meneruskan cita-cita kakak, menjadi dokter. “Aku akan menjadi dokter seperti yang kakak mau. Menyembuhkan kakak dan menyembuhkan orang sakit.” Itu kataku dalam hati. Dan ternyata itu pembicaraanku yang terakhir dengan kakakku. Ia tidak kuat lagi, alat-alat dokter itu sudah tidak membantu lagi. Seketika ruangan itu menjadi penuh dengan teriakan panggilan dokter dan suster dan tangisan. Kak Ayesha aku sayang kakak, kakak tidak akan merasakan sakit itu lagi. Aku janji, aku akan jadi dokter dan menggantikan apa yang bisa aku gantikan untuk Ayah dan Bunda, walaupun aku tahu untuk mereka kehilangan anak kesayangan seperti kak Ayesha itu amat sangat berat kak, aku janji jadi yang terbaik untuk keluarga kak, sekarang kaka tidak akan merasa sakit lagi. Selamat jalan kak aku sayang sekali dengan kakak.

Sahabat


Bagaimana ya seseorang tanpa sahabat? Menurut saya seseorang itu akan selalu berkutat dengan dirinya, dia mungkin juga tidak akan bisa menilai dirinya sendiri. Kenapa saya berkata seperti itu? Karena pertama, sahabat itu jelas tempat kita berbagi suka dan duka, mereka yang akan selalu menyediakan pundaknya untuk keluh kesah anda. Kedua, sahabat akan bilang anda salah jika anda salah, benar jika anda benar, dan mereka adalah orang yang taak segan memaki anda jika memang anda berbuat salah hanya sahabat yang sesungguhnya yang melakukan itu semua. Ketiga, disaat tidak ada teman yang bisa anda percaya, sahabat satu-satunya orang yang bisa anda percaya setelah keluarga. Keempat, sahabat pasti menerima anda apa adanya, mereka hanya cukup tau bagaimana watak anda, mereka tidak akan pernah mempermasalahkan watak anda. Apa anda mempunyai orang seperti itu? Hati-hati jangan sampai susah membedakan sahabat dan teman, karena kata orang saat anda berada dalam kejayaan anda tau siapa teman anda, tetapi saat anda dalam keterpurukan barulah anda tau siapa sahabat anda.

SENYUMU


Sengaja kutuliskan puisi ini
dengan nada-nada sendu mengiringi
aku tak menginginkan
kau terpuruk dalam kesedihan
wajahmu tak seperti biasanya
kini sendu dan tak begitu cerah
mungkin saat ini bintang enggan bersinar
aku akan mencoba jadi cahayanya
karna yang membuatku bahagia
hanyalah senyumu
hanyalah dirimu
aku ingin senyum itu selalu ada
senyum itu selalu terpancar
dari dirimu

EDELWEIS




Memang waktu tak bisa menunggu
dia berlari kencang
tak membiarkanku melewatinya bersamamu
tapi ku tau waktuku yang dipunya
tetap mengenangmu
walau jauh terlewati...............


24-Mei-2008 ; 21.17


Sunday, November 06, 2011

Mencari Bahagia


Kebahagian itu ada, tapi kadang seseorang itu sendiri tak menyadari itu ada disekitarnya.

Kenapa?

Karna kadang seseorang terlalu larut dalam sedihnya sendiri dan takut untuk memulai yang baru, tetap bersikukuh untuk mencari bahagia dalam sedih yang sebenarnya sudah tidak mungkin,, satu keputusan ketika seseorang mau membiarkan kesedihannya berlalu dan tidak melulu melihat kebelakang adalah suatu awal dari yang baru.

Awal itu akan membuat seseorang mencari kebagiaan untuk dirinya, mau menerima kenyataan, menerima orang baru dihidupnya, dan terakhir mau membuka hatinya.

Karena dalam kenyataannya orang lain itu dapat membawa sesuatu yang berbeda pada hidup seseorang.

Saturday, November 05, 2011

Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Disembunyikan Bertahun-tahun


selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.

Buah Sirsak
 

Tapi kenapa kita tidak tahu ?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat2nya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia…

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon graviola ini.

Pohonnya rendah, di brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya “soursop”. Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang2 amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah : jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :
• Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, Tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
• Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
• Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
• Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak ( sari ) buah ini adalah
• Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
• Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
• Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat.

Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini ? jawabnya adalah : begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?

Dibawah undang2 federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan2 alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar risetdari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsure kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan Paru2.

Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga2 tersebut di atas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang2 pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.

Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.

Untuk pencegahan:
disarankan makan atau minum jus buah sirsak.

Untuk penyembuhan:
- 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap
dan air tinggal 1 gelas saja.
- Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
- Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.

Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi,
bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal
dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.

Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.

Artikel ini hasil terjemahan Health Science Institute.

Buat yang masih ragu, apa salahnya kita mencoba, makan buah kan ga berbahaya . ga kayak makan ratjun :p , tapi ingat yang berlebihan itu tidak baik.

DAN SEKALI LAGI PLEASE, JANGAN MINUM OBAT YANG KATANYA MENGCLAIM MENGANDUNG SIRSAK. MAKAN DAN MINUMLAH JUS BAHAN ASLI ALAMI SIRSAK .

sumber: http://uniqpost.com/8337/inilah-obat-kanker-paling-ampuh-yang-disembunyikan-bertahun-tahun/

Friday, November 04, 2011

Minggu Pertama November


Lilies!!!!!
Nyesel senyesel-nyeselnya orang nyesel ihL bodoh banget nggak kalo nyia-nyiain kesempatan ketemu SP kemaren minggu ih nyeselnya masih berasa banget nyesek juga ah pokoknya! Dia jarang balik dan sekalinya balik dengan begonia ue pulang ah tolol banget emang gue. Mau diulang please ulang dong kemaren minggu. Tapi diulangnya jangan dengan motor gue yang lagi rusak. Gemana bisa ketemunya kalo motornya rusak? Ah SP miss you banget….nyesel nggak negur dan nggak ngasih ucapan itu secara langsungLLL dan malu banget karena Herdika Himawan membiarkan SP membaca tweet gue yang kata-katanya noxba gitu. Jadi jelek kan nama gue.
            Ngomongin motor yang rusak sebenernya ada gunanya juga sih, gue jadi bisa ehmm ehmm…. Main sama vidi, vini, vici, dan vino bersama *prikitiw. *upss haha seru banget-bangetan kaya orang yang ….*ehh nggak boleh dork kan mesalahnya belum selesai. Iyadeh. Lagian punya mata bikin kelepek kelepek banget sih. :p hahaha
            Masalah minggu ini juga cukup mengesalkan amat sangat banget deh. Ami say: “dor kalo ampe beneran LO ANCUR loh ati-ati” (sengaja meng-caps lock kata itu karena emang sangat genting). Yah selamat ya dorr masalah lo semakin rumit dengan ditambah dibilang sebagai orang ketiga penghancur Hubungan orang.! Sama-sama.

Sunday, October 30, 2011

HB


Happy birthday for my 1st I miss you.
Udah tanggal 26 Oktober yang lalu sih, tapi pengen aja ngucapin lagi. Ulang tahunnya jatuh hari rabu tapi jadi mellow gini sampe sekarang. Apalagi kemarin kamis pas ngembil nilai baca puisi, gue baca puisi Rahasia Hati, untuk ngeliat si wismo, terus dia ngeledek pas akhir-akhirnya. Kalo engga udah nggak bisa nahan tangis lagi deh gue.
Sekali lagi Happy Birthdaaay Steven sayang :**. Gue nggak tau ngehubungin lo lewat mana. Lost contact itu nggak enak!

Saturday, October 22, 2011

Kehidupan



Orang mencuri, berkelahi, berbohong
Mengkritik dan membenci satu sama lain
Kemari dan lihatlah
Lihat melalui mataku lalu putuskan mengapa
Mereka diciptakan bukan untuk itu
Hidup ini terasa singkat ‘tuk dilalui
Terasa panjang ‘tuk dilewati
Sesekali kelam ku alami
Tapi…..
Kadang indah bagai pelangi
Inginku memberi indah untuk semua
Member warna dalam hidup ini

Arti Sahabat



Kapan pun kau merasa sedih
Datanglah padaku
Tanganku sendiri yang akan menyeka air matamu

Kapan pun kau merasa tidak ada yang dapat kau percaya
Datanglah padaku
Kau bisa mempercayaiku
Kau dapat membagi semua keluh kesahmu pada ku

Kapan pun kau merasa bahagia
Kau dapat berbagi bahagiamu padaku
Walaupun kau lebih sering lupa padaku

Aku akan hadir untukmu
Hadir dengan tangan terbuka
Dan dengan pelukan terbesarku

Tapi sahabat jika kau melakukan sesuatu yang salah
Maaf….
Aku tak bisa tinggal diam
Aku akan menegurmu dengan makian sekalipun
Karena ku ingin kau belajar dari kesalahan

Untuk Ayesha




Hari ini hari keduaku belajar di SMA. SMA Budi Mulya, sekolah yang sama dengan kakakku Audinna Ayesha. Mungkin akan lebih banyak lagi yang membandingkan aku dengan dia yang super duper lebih. Kak Ayesha cantik, pintar, lincah, apalagi jika sedang menari, mahir bermain piano dan pokoknya dia lebih. Ya itulah dia dimata Ayah dan Bunda yang selalu membela dia. Dan aku? Tidak pernah ada apa-apanya. Bunda mengatakan orang hidup jangan hanya memiliki kemampuan akademik tapi juga harus memiliki kelebihan yang lain seperti menari, main piano dan semua yang disebutkan Bunda itu adalah yang Kak Ayesha biasa lakukan. Main voli, menulis, dan memasak itu kelebihan juga kan? Tapi bunda dan ayah selalu menyepelekan aku..
            Sesampaiku dikelas teman-teman laki-lakiku menghampiri aku dan sesuai dengan dugaanku mereka menanyakan tentang kak Ayesha. “Kamu adik Ayesha, Rey?” atau “Kak Ayes udah punya pacar?” atau sekedar mengatakan “Rey salam ya untuk kakak kamu, dia cantik dan keren banget”. Untuk lagu Satu Nusa Satu Bangsa sudah terdengar, pertanda bahwa sudah masuk dan pelajaran pertama…. Oh tidak Bu Yayu dengan pelajaran sejarah yang tidak aku suka, tak apalah setidaknya menyelamatkanku dari banyak pertanyaan tentang kakaku yang membuat aku iri.
Sepulang sekolah tidak langsung pulang tetapi ke Mc Cafe Cibubur dengan Friska teman sebangkuku dan disana aku bertemu dengan kak Feandri, kakak kelas yang menurutku paling baik saat MOS. Dia baik sekali denganku, sepertinya di suka denganku atau hanya aku yang terlalu percaya diri. Aku berbaring sebentar di kamarku.
            “Rey, Reyna, Rey kamu dimana? Reyna aku seneng banget aku bawa kabar baik Rey.” Terdengar suara Kak Ayesha berlari dan berteriak sepertinya dia bahagia sekali.
            “Reyna dikamar kak, kenapa?”, sahutku.
            “Aku tadi dari Istora Senanyan cari tahu tentang lomba yang kemaren itu loh dan kamu tahu Rey? Sekolah kita menang, aku sama timku menang aaaa aku seneng banget juara 2 Rey, menang lagi.” teriaknya dengan tak henti-hentinya memelukku.
            “Waaaahh selamat kakakku cantik, tarian apa?”
            “Kreasi tradisional, aku mau bilang sama Ayah Bunda ah dadah jelek mmuach aku telpon  mereka dulu ya.”
Aku kagum dengan prestasi kakakku, hampir disetiap lomba yang ia ikuti selalu menang dari kelas satu bahkan dari SMP. Sebenarnya aku sayang dengan kakakku tapi aku hanya tidak suka dengan orang-orang disekitar yang membandingkan kami, kami dua pribadi ya jelas berbeda. Tapi jujur aku sayang dengan kakak perempuanku satu-satunya, aku juga sangat bangga dengan dia.
            “Rey kata Ayah sama Bunda kita disuruh siap-siap nanti sore kita dijemput mau makan malam diluar.”
▓░░▓
            “Iya Bun katanya ini lanjut ketingkat provinsi” cerita kak Ayes bersemangat.
            “Bagus dong sayang, tapi belajar jangan ditinggalin loh ya, Ayah sama Bunda nggak akan ngebolehin lagi kalau begitu nanti.” Sahut Ayah.
            “Iya, tenang aja, aku kan calon dokter. Reyna nanti kamu juga masuk IPA terus jadi dokter ya sama kaya aku jadi kalau aku sakit kamu bisa nyembuhin aku.” Pinta kak Ayes
            “Aku maunya jadi manager ah masuk IPS nggak suka darah dan segala macamnya yang berhubungan dengan kedokteran.” Jawabku memecah tawa Ayah, Bunda dan kak Ayes. Handphoneku bergetar. Ada sms. Kak Feandri? Aku lansung tersenyum saat tahu sms itu darinya.
           Kak Feandri (+6285791911xxx)
       Reyna bsk aku jemput km ya.
  Jgn lupa. Good night.
            Aku yang mendapat sms itu dari kak Feandri lantas meminta pulang untuk istirahat. Mulai dari keluar restoran aku tak berhenti tersenyum. Tidak sabar untuk esok dijemput sama kak Feandri yeay! Saat aku sedang melamun seperti itu kak Ayesha terjatuh seperti tersandung, tapi tersandung apa? Didepan restoran itu tidak aka apa-apa. Dan tak lama saat sudah dekat mobil ia juga jatuh lagi.
            “Kenapa sih kak? Ngantuk?”
            “Iya kamu kenapa Yes?” tanya bunda memperjelas.
            “Ng…gak” jawab kak Ayes agak gagap. Kenapa ya kak Ayes kok aneh, yasudahlah mungkin capek.
            Saat pagi datang, aku dijemput kak Feandri dan raut muka kak Ayesha seperti menyimpan sesuatu, atau kak Ayesha suka dengan kak Feandri? Apa dia menyukai kak Feandri? Disekolah kak Ayesha masih tetap aneh karena dia sering jatuh, cara dia berjalan seperti orang tidak punya keseimbangan. Aku tanya apa dia sakit, dia selalu menjawab jawab tidak. “Kenapa ya kak Ayesha? Aku harus perhatikan kak Ayesha lebih kalau begini ceritanya.” Kataku dalam hati.
            Siang sepulang sekolah kak Ayesha latihan tari di pendopo sekolah, aku disuruh  pulang lebih dahulu, tapi aku putuskan untuk menunggunya. Karena aku takut terjadi apa-apa dengannya. Dan benar, gerakan kak Ayesha terlihat aneh, dia tidak menangkap apa yang disepakati teman-temannya, aku lalu meminta izin untuk kakak Ayesha tidak melanjutkan latihan. Aku menanyakan kenapa selalu dijawab tidak apa-apa. Aku merasa aneh dengan kak Ayesha. Takut terjadi apa-apa, segera kubawa kak Ayesha ke dokter.
            “Ini dok, kakak saya belakangan ini aneh, sering tidak bisa mengatur keseimbangan tubuhnya, juga seperti kehilangan koordinasi tubuh, sering sekali jatuh”
            “Aku nggak apa-apa Rey, hanya sering keram sedikit kok, jangan berlebihan.”
            “Iya kakak nggak apa-apa kok, Cuma mau diperiksa. Silakan dok.” Setelah dokter periksa, ia memperkirakan kakak terkena Ataxia Episodic Type 1, sering mengalami keram (kejang otot), ketidak terkoordinasinya tubuh dan gangguan keseimbangan serta timbulnya pergerakan tubuh yang tidak disengaja, tetapi dokter meminta untuk kak Ayesha periksa lebih lanjut. Setahu aku itu penyakit parah, dan kak Ayesha… aku tidak mau terjadi sesuatu apapuun pada dirinya.
            “Udah ayo tidur kak, kakak harus istirahat cukup. Aku tidur dikamar kakak, aku mau jagain kakak. Nggak perlu bawel besok lusa kita ambil hasil pemeriksaan kakak.” Saat aku tidur aku sadar kalau kak Ayesha mengajak bicara aku yang pura-pura tertidur.
            “Aku sayang kamu Rey, aku sebenernya udah tahu aku sakit, tapi aku tidak tahu kalau akan tambah parah seperti ini. Reyna aku mau jujur aku suka dan sayang sama Feandri dari kelas satu, tapi dia lebih milih kamu Rey, dia tidak pernah seperti itu ke perempuan Rey, hanya ke kamu, berarti dia sayang kamu. Aku rela Rey kalau itu untuk kamu, aku rela kamu sama dia. Aku sayang kalian  berdua dan toh aku sebentar lagi pergi.” Kata kak Ayesha mengelus kepalaku. Kata-kata kak Ayesha membuat aku tidak bisa nahan air mata aku, aku akan jauhi kak Feandri dan minta dia menemani kak Ayesha terus.  Aku rela sakit demi kak Ayesha. Setelah kak Ayesha tidur ternyata kak Feandri menelpon.
            “….halloo kenapa malam-malam telpon?”
            “Aku hanya mau bilang selamat tidur kok
            “Yudah, udah kan barusan? Terus? Udah kan daaa”
            “Rey Rey jangan ditutup Rey, kamu kenapa? Kok aneh? Aku hanya mau bilang aku sayang kamu”
            “Kak tapi aku nggak bisa yang sayang sama kakak itu kak Ayesha dari kelas satu malah. Kak Ayesha lebih segalanya dari aku”
            “Tapi aku sayangnya sama kamu Rey bukan sama Ayesha”
            “Kalau begitu aku boleh minta tolong? Kakak jauhin aku, sayangi kak Ayesha, temani dia, hibur dia dan semangati dia buat aku. Aku harap kak Feandri ngebuktiin sayangnya ke aku. Aku mohon dan terakhir aku mau bilang…..aku juga sayang kak Feandri dari awal ketemu kakak….tut..tuuuttt.tuuuttt”
▓░░▓
            Hasil pemeriksaannya positif kak Ayesha terjangkit Ataxia Episodic Type 1 dan kak Ayesha tidak mau aku katakan ke Ayah dan Bunda, aku hanya jawab aku tidak janji untuk tidak mengatakannya. Keadaan kak Ayesha makin hari maki jadi. Kompetisi itu kompetisi terakhir untuk ka Ayesha karna dia sudah tidak bisa menari lagi. Aku tau perasaannya,pasti sedih. Kak Feandri juga terus menemani dia sesuai permintaanku, awalnya sakit tapi tidak lagi jika untuk kak Ayesha. Kak Feandri menepati janji untuk selalu membuat kak Ayesha tersenyum hingga semangat kak Ayesha bangkit lagi untuk sehat.
            Dipenghujung semester kak Ayesha masuk rumah sakit dan aku tidak bisa menutupi semua itu lagi karena keadaanya makin parah. Ayah dan Bunda tahu perkataan dokter tentang umur kak Ayesha yang tidak lama lagi. Ayah dan Bunda tak tahan melihat kak Ayesha yang terbujur lemah, mereka selalu meneteskan air mata mereka, begitu juga aku. Bahkan teman-teman dan guru-guru semua menjenguk dia sekedar memberi semangat.
            Hari itu kak Ayesha tak mau melepaskan tanganku dari tangannya. Ia meneteskan airmata terus menerus. Dia bertanya padaku tentang jurusan aku selanjutnya. Aku tak kuasa menahan air mata karena untuk bicara itu pun kak Ayesha susah bicara. Aku menjawab aku masuk IPA dan aku akan meneruskan cita-cita kakak, menjadi dokter. “Aku akan menjadi dokter seperti yang kakak mau. Menyembuhkan kakak dan menyembuhkan orang sakit.” Itu kataku dalam hati. Dan ternyata itu pembicaraanku yang terakhir dengan kakakku. Ia tidak kuat lagi, alat-alat dokter itu sudah tidak membantu lagi. Seketika ruangan itu menjadi penuh dengan teriakan panggilan dokter dan suster dan tangisan. Kak Ayesha aku sayang kakak, kakak tidak akan merasakan sakit itu lagi. Aku janji, aku akan jadi dokter dan menggantikan apa yang bisa aku gantikan untuk Ayah dan Bunda, walaupun aku tahu untuk mereka kehilangan anak kesayangan seperti kak Ayesha itu amat sangat berat kak, aku janji jadi yang terbaik untuk keluarga kak, sekarang kaka tidak akan merasa sakit lagi. Selamat jalan kak aku sayang sekali dengan kakak.

Thursday, October 13, 2011

Sahabat



Bagaimana ya seseorang tanpa sahabat? Menurut saya seseorang itu akan selalu berkutat dengan dirinya, dia mungkin juga tidak akan bisa menilai dirinya sendiri. Kenapa saya berkata seperti itu? Karena pertama, sahabat itu jelas tempat kita berbagi suka dan duka, mereka yang akan selalu menyediakan pundaknya untuk keluh kesah anda. Kedua, sahabat akan bilang anda salah jika anda salah, benar jika anda benar, dan mereka adalah orang yang taak segan memaki anda jika memang anda berbuat salah hanya sahabat yang sesungguhnya yang melakukan itu semua. Ketiga, disaat tidak ada teman yang bisa anda percaya, sahabat satu-satunya orang yang bisa anda percaya setelah keluarga. Keempat, sahabat pasti menerima anda apa adanya, mereka hanya cukup tau bagaimana watak anda, mereka tidak akan pernah mempermasalahkan watak anda. Apa anda mempunyai orang seperti itu? Hati-hati jangan sampai susah membedakan sahabat dan teman, karena kata orang saat anda berada dalam kejayaan anda tau siapa teman anda, tetapi saat anda dalam keterpurukan barulah anda tau siapa sahabat anda.

Saturday, July 16, 2011

SENYUMU



Sengaja kutuliskan puisi ini
dengan nada-nada sendu mengiringi
aku tak menginginkan
kau terpuruk dalam kesedihan
wajahmu tak seperti biasanya
kini sendu dan tak begitu cerah
mungkin saat ini bintang enggan bersinar
aku akan mencoba jadi cahayanya
karna yang membuatku bahagia
hanyalah senyumu
hanyalah dirimu
aku ingin senyum itu selalu ada
senyum itu selalu terpancar
dari dirimu

Thursday, June 02, 2011

EDELWEIS





Memang waktu tak bisa menunggu
dia berlari kencang
tak membiarkanku melewatinya bersamamu
tapi ku tau waktuku yang dipunya
tetap mengenangmu
walau jauh terlewati...............


24-Mei-2008 ; 21.17


 

Maria Dorra's Room Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez